Kajian hukum di bidang money landering, cybercrime dan lingkungan hidup.

Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana halnya juga tindak pidana korupsi, tindak pidana narkotika, terorisme, dan tindak pidana tertentu lainnya seringkali disebut juga sebagai extra ordinary crime.

Selain itu kita juga mengenal istilah tindak pidana khusus. Kalangan akademisi umumnya mengenal tindak pidana khusus sebagai tindak pidana yang diatur di luar KUHP, sedangkan kalangan praktisi atau penegak hukum umumnya memandang tindak pidana khusus sebagai tindak pidana yang hukum acaranya diatur khusus menyimpangi aturan-aturan yang terdapat dalam kitab undang-undang hukum acara pidana (KUHAP).

Munculnya beberapa keberatan terhadap pembahasan RUU KUHP dan RUU KUHAP antara lain disebabkan adanya kekhawatiran bahwa dengan diabsorbsinya delik-delik di luar KUHP ke dalam RUU KUHP akan menghilangkan sifat kekhususan dari tindak pidana tersebut sehingga dianggap sama dengan tindak pidana umumnya, yaitu sebagai ordinary crime.

Jika alur berpikir kalangan yang berkeberatan terhadap RUU KUHP adalah demikian, maka dapat saja disimpulkan bahwa delik-delik di luar KUHP diatur secara khusus karena dianggap sebagai extra ordinary crime.

Menarik untuk disimak, apakah sebenarnya yang dimaksud dengan extra ordinary crime. Apakah sifat luar biasanya kejahatan dilihat dari dimana kejahatan tersebut diatur ataukah dilihat dari tipology kejahatan itu sendiri sehingga harus ditangani pula secara luar biasa. Jika jawabannya ada pada hal yang terakhir, maka bukanlah persoalan mendasar dimana aturan delik suatu tindak pidana yang bersifat “extra ordinary crime” diatur, apakah di luar atau di dalam KUHP. Suatu kejahatan dikategorikan sebagai extra ordinary crime karena karakteristik, modus, atau tipologi kejahatan tersebut memiliki tingkat kerumitan atau dampak tertentu yang memerlukan penanganan khusus dan tercermin dari hukum acara yang diatur secara khusus.

Pasal 763 RUU KUHP menyatakan bahwa pada saat undang-undang ini berlaku, undang-undang diluar undang-undang ini yang mengatur hukum acara yang menyimpangi undang-undang tentang Hukum Acara Pidana, ketentuan hukum acaranya tetap berlaku sepanjang belum diubah atau diganti berdasarkan undang-undang tentang Hukum Acara Pidana yang baru. Menarik untuk mengetahui mengapa penyusun undang-undang memuat ketentuan tentang pengakuan hukum acara khusus ini di dalam KUHP dan bukan di dalam KUHAP.

Jika diteliti bunyi pasal-pasal yang mengatur tentang tindak pidana pencucian uang di dalam RUU KUHP, ditemukan beberapa kerancuan dalam memuat unsur-unsur pasal. Sebagai contoh, Pasal 747 RUU KUHP menyatakan bahwa Setiap Orang yang menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan,menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berhargaatau perbuatan lain atas Harta Kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindakpidana pencucian uang dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asalusul Harta Kekayaan dipidana karena tindak pidana Pencucian Uang dengan pidana penjara paling lama 20(dua puluh) tahun dan denda paling banyak Kategori V.

Demikian pula Pasal 748 RUU KUHP yang menyatakan bahwa Setiap Orang yang menyembunyikan atau menyamarkan asal usul, sumber, lokasi, peruntukan, pengalihan hakhak,atau kepemilikan yang sebenarnya atas Harta Kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganyamerupakan hasil tindak pidana pencucian uang dipidana karena tindak pidanaPencucian Uang dengan pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling banyak Kategori V.

Kedua pasal tersebut di atas akan menciptakan kebingungan bagi yang membacanya. Tindak pidana asal (predicate crime) pencucian uang dalam kedua pasal tersebut adalah tindak pidana pencucian uang juga. Hal ini tentunya menunjukkan adanya pemahaman yang keliru dari penyusun undang-undang tentang tindak pidana pencucian uang dan tindak pidana asal.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: